Penjelasan COSO dan COBIT.
PENGERTIAN COBIT
COBIT adalah
sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT Governance yang dapat membantu
auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara risiko
bisnis, kebutuhan control dan masalah-masalah teknis TI. COBIT bermanfaat bagi
auditor karena merupakan teknik yang dapat membantu dalam identifikasi ITcontrols
issues.
COBIT berguna
bagi IT user karena memperoleh keyakinan atas kehandalan sistem aplikasi yang
dipergunakan. Sedangkan para manajer memperoleh manfaat dalam keputusan
investasi di bidang TI serta infrastrukturnya, menyusun strategic IT Plan,
menentukan information architecture, dan keputusan atas procurement (pengadaan
/ pembelian) aset. COBIT dikeluarkan oleh ITGI yang dapat diterima secara
internasional sebagai praktek pengendalian atas informasi, IT dan resiko
terkait. COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan
pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja
dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan model kedewasaan. COBIT (Control Objective for IT) merupakan
framework manajemen untuk menentukan IT process yang cocok di sebuah
perusahaan.
COBIT pada versi 4, terdapat 34
IT Process yang terbagi dalam 4 domain, yaitu:
1. Planning & Organizing yang berisikan
proses-proses perencanaan seperti
Strategic Plan IT, perencanaan anggaran IT.
2. Acquire & Implement yang berisikan
proses-proses implementasi seperti Analisis, Desain dan implementasi software.
3. Deliver & Support yang berisikan
proses support seperti penanganan SLA, perawatan.
4. Monitoring & Evaluate yang berisikan proses-proses
seperti monitoring dari kontrak, kesesuaian kontrak dengan hukum dan lain
sebaginya.
COBIT
mempunyai model kematangan (maturity models) untuk mengontrol proses-proses TI
dengan menggunakan metode penilaian (scoring) sehingga suatu organisasi dapat
menilai proses-proses TI yang dimilikinya dari skala non existent sampai dengan
optimised (dari 0 sampai 5), yaitu:
0. Non Existen,
1. Initial,
2. Repetable,
3. Defined,
4. Managed
5. Optimized
Pendekatan ini diambil
berdasarkan maturity model softwareengineering institute.
TAHAP-TAHAP METODE COBIT
Metode COBIT merupakan suatu
siklus-siklus yang diawali dengan tahap-tahap sebagai berikut:
1. Informasi,
2. Perencanaan dan organisasi,
3. Akuisisi dan implementasi,
4. Pengiriman dan dukungan,
5. Pemantauan.
Masing-masing tahap tersebut
diperinci pendefinisian, identifikasi, penentuan, penyediaan, pengelolaan,
pengkajian, pemantauan, evaluasi, dan pengembangan.
TUJUAN DAN KERANGKA KERJA COBIT
COBIT dibuat untuk menyediakan,
meliputi dan mempermudah pengantar kontrol kerangka kerja. Kerangka kerja COBIT
ini terdiri atas beberapa arahan (guidelines), yakni:
1. Perencanaan dan organisasi (plan and
organise)
2. Pengadaan dan implementasi (acquire and
implement)
3. Pengantaran dan dukungan (deliver and
support)
4. Pengawasan dan evaluasi (monitor and
evaluate)
Kerangka kerja COBIT juga memasukan hal-hal
berikut :
1. Maturity Models
Untuk memetakan status maturity
proses-proses TI (dalam skala 0 – 5) dibandingkan dengan “the best in the class
in the Industry” dan juga International best practices.
2. Critical Success Factors (CSFs)
Adalah arahan implementasi bagi
manajemen agar dapat melakukan kontrol atas proses TI.
3. Key Goal Indicators (KGIs)
Merupakan kinerja proses-proses
TI sehubungan dengan business requirement.
4. Key Performance Indicators (KPIs)
Adalah kinerja proses-proses TI
sehubungan dengan process goals.
MANFAAT COBIT
a. Dapat membantu auditor, manajemen dan
pengguna (user), dengan cara membantu menutup kesenjangan antara kebutuhan
bisnis, risiko, kontrol, keamanan, melalui peningkatan pengamanan dan
mengontrol seluruh proses TI.
b. COBIT dapat memberikan arahan (guidelines)
yang berorientasi pada bisnis, dan karena itu business process owners dan
manajer, termasuk juga auditor dan user, diharapkan dapat memanfaatkan
guideline ini dengan sebaik-baiknya.
· Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan
pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu
para auditor dalam memberikan management assurance atau saran perbaikan.
· Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum
maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan. Auditor dapat
menggunakan Audit Guidelines sebagai tambahan materi untuk merancang prosedur
audit. COBIT khususnya guidelines dapat dimodifikasi dengan mudah, sesuai
dengan industri, kondisi TI di Perusahaan atau organisasi, atau objek khusus di
lingkungan TI.
c. COBIT memberikan user kontrol dimana dapat
mengukur proses yang terkandung dalam ISO 17799 dan ITIL dan yang dapat
dimanfaatkan untuk perbaikan proses.
COSO
COSO atau merupakan akronim dari
The Committee of Sponsoring Organizations of
The Treadway Commission
adalah sebuah organisasi sektor swasta yang sukarela,
didirikan di Amerika Serikat, yang bertujuan untuk menyediakan panduan kepada
manajemen eksekutif dan pengelola perusahaan
tentang aspek-aspek kritis
dalam pengelolaan organisasi, etika bisnis, pengendalian internal, manajemen risiko perusahaan, kecurangan, dan
pelaporan keuangan. COSO telah
menerbitkan sebuah model pengendalian
internal yang umum yang
dengannya perusahaan dan organisasi
dapat menilai sistem pengendalian mereka.
Misi utama
dari COSO adalah
“Memperbaiki/meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas melalui
etika bisnis, pengendalian internal yang efektif, dancorporate governance.”
II. Kerangka Kerja Pengendalian Internal
(Internal Control-Integrated Framework)
Dalam laporan
tersebut, COSO menetapkan definisi pengendalian internal, menjelaskan
komponen-komponennya, dan menyediakan kriteria
terhadap sistem pengendalian yang dapat dievaluasi. Termasuk juga
disebutkan didalamnya adalah memberikan pedoman penyusunan pengendalian
internal untuk tujuan pelporan kepada publik dan menyediakan bahan-bahan kepada
manajemen, auditor, dan pengguna lainnya untuk mengevaluasi sistem pengendalian
internal. Jadi, dua tujuan utama dari laporan tersebut adalah (1) untuk menetapkan definisi umum
pengendalian internal yang melayani berbagai pihak, dan (2) menyediakan standar
terhadap organisasi yang dapat menilai sistem pengendalian dan menentukan cara
untuk meningkatkan/memperbaiki sistem tersebut.

· Efektivitas dan efisiensi operasi
· Keandalan laporan keuangan
· Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
yang berlaku
COSO
COSO
menekankan Pengendalian Internal sebagai suatu “proses” yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis entitas yang berkelanjutan (on going
business activities). Untuk tujuan pelaporan manajemen kepada publik,
Pengendalian Internal terkait penjagaan asset dari pengambilan, penggunaan,
atau penghilangan yang tidak terotorisasi adalah suatu proses yang
dipengaruhi oleh dewan komisaris,
manajemen, dan personil lainnya dari sebuah entitas, yang dirancang untuk
memberikan keyakinan/jaminan yang wajar berkaitan dengan pencegahan atau
deteksi dini terhadap pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak
terotorisasi terhadap asset entitas sehingga dapat memberikan pengaruh/efek
yang material terhadap laporan keuangan.
COSO juga
menyatakan konsep keyakinan yang wajar (reasonable assurance) terkait
Pengendalian Internal bahwa adanya Pengendalian Internal yang baik tidak serta
merta memberikan jaminan penuh kepada entitas bisa mencapai tujuannya namun
sebatas keyakinan yang wajar. Selain itu terdapat keterbatasan yang melekat
terhadap Pengendalian Internal bahwa tidak semua jenis pengendalian dapat
diimplementasikan karena pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit)
sehingga dapat mengakibatkan Pengendalian Internal kurang efektif seperti yang
diharapkan.
2. Pihak yang terlibat
Dokumen COSO menyatakan bahwa
pihak-pihak yang terlibat terkait Pengendalian Internal adalah dewan komisaris,
manajemen, dan pihak-pihak lainnya yang mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Serta menyatakan bahwa tanggung jawab atas penetapan, penjagaan, dan pengawasan
sistem Pengendalian Internal adalah tanggung jawab manajemen.
3. Tujuan Pengendalian Internal bagi
Organisasi
COSO mengasumsikan bahwa entitas
telah menetapkan sendiri tujuan dari aktivitas operasinya. Namun COSO
mengidentifikasikan tiga tujuan utama dari entitas, antara lain :
· Efektivitas dan efisiensi operasi
· Keandalan laporan keuangan
· Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
yang berlaku
saran saja, kalau bisa font tulisannya jangan seperti ini ya, karena susah dibacanya hehehe makasi :)
BalasHapus